Dari OB Jadi Supervisor Produksi: Perjalanan Budi yang Gak Pernah Nyerah

Posted in

Banyak yang bilang, “Rezeki gak akan ke mana.”
Tapi buat Budi, rezeki itu bukan cuma ditunggu — tapi dikejar, dijemput, dan dikerjain.

Kisah ini bukan dongeng. Ini nyata.
Dan bisa jadi inspirasi buat siapa aja yang lagi ngerasa stuck di titik rendah.


🧹 Awalnya Jadi OB di Pabrik

Budi lulus SMA, tapi gak langsung kerja di tempat keren.
Pekerjaan pertamanya? Office Boy di pabrik tekstil.

Kerjaannya:

  • Bersihin kantor
  • Antar dokumen
  • Nyediain kopi buat tamu

Dan dia lakuin semuanya dengan sungguh-sungguh.

Gak pernah telat. Gak pernah ngeluh.
Tapi yang bikin beda: dia selalu penasaran.


🤔 Gak Cuma Ngepel, Tapi Juga Ngeliatin

Setiap kali antar dokumen ke ruang produksi, Budi gak cuma jalan lurus.
Dia dengerin, ngeliatin, dan nanya (kalau momennya pas).

“Pak, kenapa mesin itu berhenti?”
“Bu, kenapa harus masukin bahan di suhu segitu?”
“Mas, cara bacanya gimana sih?”

Awalnya banyak yang anggap remeh. Tapi lama-lama, orang mulai sadar: “Ini anak bukan OB biasa.”


📈 Dikasih Kesempatan Belajar

Suatu hari, supervisor produksi cuti.
Ada kerjaan numpuk, dan tim kekurangan tenaga.
Budi bilang ke kepala produksi:

“Kalau butuh bantuan, saya siap bantu ngerjain yang saya bisa.”

Dikasih tugas ringan. Budi kerjain.
Dikasih tugas susulan. Budi kerjain.
Sampai akhirnya dia ikut training internal produksi, dan dipindah ke bagian operator mesin.


🏆 Akhirnya Jadi Supervisor

4 tahun kemudian…
Budi diangkat jadi supervisor shift malam.

Gajinya naik. Perannya naik. Tapi yang paling keren: respek orang-orang juga ikut naik.

Dia gak punya gelar tinggi.
Tapi dia punya mental kuat, rasa ingin tahu, dan konsistensi kerja yang gak main-main.


💡 Pelajaran dari Budi

  1. Kerja kecil kalau dikerjain sepenuh hati, bisa buka jalan besar
  2. Jangan pernah malu untuk belajar dan bertanya
  3. Kesempatan gak selalu dikasih — tapi bisa dicuri dengan kesiapan
  4. Naik jabatan bukan soal titel, tapi soal kontribusi nyata

Penutup

Kalau lo sekarang lagi di posisi rendah, jangan pernah anggap diri lo kecil.
Karena seperti Budi, yang penting lo gak nyerah, tetap belajar, dan berani nunjukin value.

Siapa tahu, promosi besar itu tinggal satu langkah lagi — dan lo udah lama pantas dapetin itu.

Kalau lo pengen siap kayak Budi, coba cek kursus “Naik Level dari Bawah: Strategi Bertahan dan Tumbuh di Dunia Kerja” di Karyawan Juara.


📅 Artikel baru terbit setiap hari jam 7 pagi di Karyawan Juara. Besok kita tutup minggu ini dengan refleksi ringan — biar gak cuma kerja, tapi juga paham makna dari perjalanan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *