Minta naik gaji itu sah-sah aja. Tapi kalau asal minta tanpa persiapan, bisa-bisa malah bikin citramu jadi kurang profesional. Sebelum kamu buka obrolan ke atasan soal kenaikan gaji, coba tanya dulu lima hal ini ke dirimu sendiri.
1. Apa Saja Pencapaian Nyata yang Sudah Kamu Berikan?
Kamu harus bisa nunjukin hasil, bukan cuma kerja keras. Contoh:
- Proyek apa yang kamu sukses selesaikan?
- Apakah kamu bantu perusahaan hemat biaya atau tambah pendapatan?
- Apakah kamu inisiatif ambil tanggung jawab tambahan?
2. Sudah Berapa Lama Kamu di Posisi Sekarang?
Idealnya, kamu minta kenaikan gaji setelah:
- Melewati masa kerja tertentu (biasanya 1 tahun+)
- Memberikan kontribusi yang konsisten
- Tidak pernah bermasalah dalam performa atau sikap
Kalau kamu masih baru, mendingan bangun reputasi dulu.
3. Bagaimana Kondisi Keuangan Perusahaan?
Kalau perusahaan lagi struggling atau habis PHK, minta naik gaji bisa dianggap “nggak peka.”
Tapi kalau performa perusahaan sedang bagus dan banyak target tercapai, itu bisa jadi momentum yang pas.
4. Apakah Gajimu Memang di Bawah Pasaran?
Cek benchmark gaji untuk posisi sejenis lewat:
- Jobstreet
- Glassdoor
- Situs rekrutmen lainnya
Kalau ternyata kamu memang dibayar di bawah standar industri, kamu punya alasan yang kuat.
5. Apa Kamu Sudah Siap untuk Negosiasi dengan Elegan?
Minta gaji itu bukan soal “mendesak”, tapi bernegosiasi dengan logika dan data.
Siapkan:
- Poin-poin pencapaian kamu
- Data pembanding gaji
- Waktu yang tepat untuk ngobrol (jangan dadakan atau pas atasan lagi stress)
🎯 Penutup
Minta naik gaji bukan sekadar ngomong, tapi soal strategi komunikasi dan timing yang pas.
Kalau kamu belum yakin, gak masalah. Yang penting, kamu mulai bangun nilai diri kamu dari sekarang.
👉 Kalau kamu mau belajar cara menyusun argumen dan komunikasi profesional, coba deh ikuti kursus “Negosiasi Gaji & Kenaikan Jabatan” di platform Karyawan Juara.

Tinggalkan Balasan